PRESIDEN BUKAN PESINDEN
by: Adzzaka pena [ Apena]
langit mulai gelap, semburat mega mulai hilang. Salat maghrib baru saja kelar. Setelah beberapa saat, satu persatu jemaah meninggalkan mesjid Al-Iman. Termasuk fahad yang buru – buru mencari sendal jepitnya.
“had..!, had..!” sosok pemuda setengah baya bersarung ria menghampirinya
“ ada apa mas Rino..?” Tanya fahad sambil menahan sesuatu “ nanti kerumah pak yon, remaja mesjid diundang beliau buat ngadain syukuran”
“ oh, acara khitanan slamet, ya..?” tebak fahad.
mas Rino mengangguk, seraya melijat jam.
“ tolong ingatkan anak – anak yang lain” ujarnya.
“ ber.. ber… insyaalah mas..!” balas fahad sambil meringis.
Fahad, Mahasiswa Semester I Sastra Indonesia. seorang yang masih mencari jati diri. Berusaha menjadi orang yang SYM [sibuk yang menentu] dengan visi-misi : be a Giver ever…ever…eveeeeeer.
Sebetulnya fahad buru – buru pulang usai solat maghrib karena sudah tidak kuat menahan penderitan perutnya yang belum juga damai, aman dan sentosa. Ia masih bolak balik masuk small room.
Ini semua gara – gara diajak Sohibnya Ali dan Bana nonton film Laskar Pelangi bareng semua penghuni kompleks teratai putih di lapangan bola kaki dekat rumahnya. Sudah hujan gerimis, alas yang disediakan Cuma selembar tikar tipis ditambah lagi minuman kemasan yang disediakan sponsor. Mubazir dan kehausan kalau nggak diminum, mulesin perut kalau disedot. Belum kagi makanan yang disediain ibu-ibu kompleks menjurus ke HOT ..pueeeedeeeeessssss!!!. duuuh bak makan buah semangka eh simalakama
Ditengah perjalanan pulang fahad seperti tentara yang berada dimedan perang, karena pengeboman dapat terjadi kapan saja dan dimana saja dengan siaga ia melihat kanan – kiri takut pengeboman kecil tercium dan didengar orang – orang yang tak berdosa.
Sesampai dirumah rupanya keadaan semakin gawat. Makanan yang baru saja masuk ke perutnya, rupanya mengandung amunisi lain yang maha dasyat dan mendesaknya harus menduduki benteng pertahanan terakhir. Buru – buru dia melempar sarung dan melesat ke WC.
BUKA…!, BUKA..!, TOLONG…BAHAYA..!!”, teriak fahad histeris di ’emergency room’.
“SIAPA SIH DIDALEM..?, NGAK TAU ORANG UDAH..NGAK KUAAAAT..! fahad setengah berteriak.
ummi dan sora melongok dan berlari melihat kebisingan itu.
“harap tenang ya dik” ujar sora dengan kalemnya.
“kata abi pintu kamar mandi macet, had , Ummi sudah coba buka pakai kunci tapi belum bisa juga, tadi mang udin belum datang memperbaikinya..!”, ujar ummi menjelaskan.
OHH.., JANGAN SEKARANG..!” seru fahad histeris pengen teriak sekuatnya tapi ditahannya takut pengeboman terjadi diluar sasaran.
“GIMANA NIH..!,AA..AKU…. NGAK!, KU…AAAT!”
“nih, kata abi kalau terdesak pakai ini..!”, sora menyodorkan linggis. Dan,
“GUEBRAK ..!! GLOTAK..!, BLAAR….!!”, sebentar saja pintu kamar mandi terhempas dari engselnya.
“mi…, tolong jagain pintunya, plis..!”,pinta fahad. Tanpa menunggu jawaban ia langsung menutup pintu dan nyemplak menduduki benteng pertahanan terakhir.
Usai pertempuran, fahad gabung dengan sora yang lagi melihat acara tv.
“ini semua gara – gara kakak..!”, sungut fahad sambil menduduki sofa hijau turkis.
“lho, kok kak sora yang disalahin had..?” bela sora tanpa menoleh.
“ lha, siapa yang naruh cabe ijo ga kira-kira ke mangkuk Mi Ayam..?”
“siapa yang nyosor aja tanpa pandang bulu. Itu kan Mi Ayam jatah abi yang tahan pedes..!” tutur sora.
“iya, tapi kok nggak dibilang dari awal..!”, semprot fahad.
Tiba-tiba percakapan mereka terhenti oleh suara gaduh di teras depan.
“hihi..hihi.., mungkin kelaperan banget lo had..!”, seru suara dari luar
“hei, siapa itu..?”, seru fahad seraya beranjak hendak membuka pintu. Tampak ummi keluar dari teras depan .
”Siapa mi ?” tanya fahad.
“ si bana dan dina, katanya remaja ada undangan..”, ujar ummi
“mana mereka..?”,Tanya fahad
“ diteras , ummi suruh tunggu”
“ya salam..!”, gimana nih, perang diperutku bisa meletus kapan saja bisa berabe kalau peperangan terjadi diluar kendali. Bisa banyak makan korban..!”, batin fahad. Lalu ia melangkah menemui sora.
“kakak pokoknya harus tanggung jawab ..!,kakak harus gantiin aku kerumah pak yono” semprot fahad .
“pak yono..? memang mau ngapain had..?” tanya sora.
“remaja diundang syukuran anaknya yang di khitan”, jawab fahad .
“gimana mi..?, boleh sora yang pergi..?”, sora minta pendapat
“ya sudah sora, sana gih. Hati – hati ya nak”, ujar ummi
Selang lima menit, sora , bana dan dina sudah ngumpul dirumah pak yono yang sudah ramai didatangi remaja lainnya.
Acara selesai menjelang isya’, sora dan remaja lainnya pamitan pulang. Seraya menyalami empu rumah.
Sesampai sora dirumah tercinta. fahad masih pasang muka juteknya. Abi yang baru pulang mendengar cerita sora tertawa geli. Fahad yang lagi anteng – anteng dimuka tv merasa mules lagi. Kontan ia melesat melanjutkan perang yang belum juga mencapai titik damai. abi dan sora tidak bisa menahan tawanya. Umi pasang muka prihatin.
“biarin, entar orang yang dzolim bakalan dapet balesan..!”, sungut fahad sebelum ngibrit ke ’emergency room’.
“bi, kasihan si fahad, entar kenapa – kenapa lagi..!”, ujar sora
“tunggu saja, kita lihat reaksinya nanti..!”, jawab abi.
Fahad datang dengan muka lega tapi lemas.
“bi, tolongin fahad deh, status siaga satu nih ..!”, ujar fahad dengan raut memelas.
“iya iya, obatnya abi letakkan diatas laci buku” jawab abi
” abi?, obatnya kok minuman gini…Rivera… apaan nih..?, biasanya kan…” tanya fahad agak heran.
”tadi, teman abi yang beritahu..minuman ini insyallah bisa menyembuhkan..udah terbukti dan lagian ini produk ummat islam! Sayang kalau kita tak memakainya, siapa lagi yang memakai produk kita kalau bukan kitanya dulu…lain waktu kamu abi ajak deh mengikuti silaturahim akbar Entrepeneur Islam.” terang abi panjang lebar.
”oh gitu…. fahad siap deh diajak ikutan acara gituan bi, biar nambah wawasan gitu, biar ga kaya kakak dalam kurungan eh..katak dalam tempurung ” tanggap fahad sambil menggoda kakaknya, tangannya meneguk satu botol Rivera.
Fahad ngelanjutin nontonnya.
“ pemilu lagi rame – ramenya nih..!”,serunya
“ iya , dan janji lagi, janji lagi .., basi dong..!” ujar sora keki
“ sebenarnya oke saja kalau apa yang mereka janjikan itu sudah menjadi kebiasaan mereka. Ini malah sebaliknya , tukang korup janjinya memberantas korupsi, suka membuat onar janjinya memperbaiki keadaan, ya nggak bakal jalan programnya.!”,papar abi
“ iya, yaaaa.., fahad jadi miris nih, apakah ada calon pemimpin seperti yang gue impiin ?, yang cager..bager…pinter ! ga’ NATO,NASO en NARO !”
”eiiit…eiiiit…! Plus ahlaknya seperti rasulullah atau setidaknya khalifah abu, ali,umar,dan usman ! ” sambung sora sambil menggosok luka bakarnya di tangannya dengan Assyifa’.
“ berdo’alah, semoga ALLAH mengabulkannya untukmu”, ujar Fahad
“untuk kita dan bangsa ini juga dong nak..!”, ummi menambah sambil menuang teh hijau untuk abi.
“ yah , mungkin kita harus menunggu hingga saatnya nanti..!”, ujar abi
“ sampai kapan bi..?”, sora dan fahad penasaran
“ sampai ajaran islam dijalankan di negeri ini . Seyogyanya dalam segala aspek kita bakalan ketemu dengan peraturan yang bersyariatkan islam” jelas abi.
“hmm.., begitu jauh berbeda dengan kondisi saat ini dong..? ”, ujar fahad
“ iya, ya had..!, jadi bakalan lama dong syariat islam menjadi pondasi negeri ini..!”, ujar sora
“ yah, makanya kita harus mulai sedini mungkin, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang untuk mendalami agama secara kaffah nak!”, nasehat ummi.
“Apa mi..,mendalami islam secara kaf .. kaffah ..?, apaan artinya sih..?” Tanya fahad
“artinya mendalami islam secara menyeluruh, iyakan mi..?”,ujar sora
“iya, benar sayang..!” sambut ummi
“jadi, fahad milih siapa dong bi…? siapa ya mi? Tanya fahad sambil menunjuk photo calon capres dan cawapres di iklan tv.
“iya ,bingung deh kayaknya”, sora menambah
“nggak usah bingung, yang terpenting dan menjadi nomor wahid sebagai bahan pertimbangan untuk kita adalah memilih yang benar – benar mukmin sejati. Selanjutnya kita lihat track recordnya selama sepuluh tahun terakhir, bagaimana..?,setuju kan anak-anak abi ..?” jelas abi.
“ fahad dan sora maggut – manggut tanda setuju.
”oke deh … kayaknya udah mantap nih nyoblos eh nyontreng ! ” jar fahad.
”he’eh” sora mengiyakan.
“dan, anak-anakku jangan salah pilih ya…..!, pilihlah
presiden bukan pesinden..!”, ujar umi seraya beranjak menutup pintu depan.
”dan jangan mengerjakan sholat !, tapi menegakkan sholat ! , its different!”, tambah Abi seraya meneguk habis isi gelasnya.
Malam semakin larut . rembulan samar menampakkan dirinya.seekor pungguk hinggap dipohon kering menyongsong mangsanya . Udara malam yang dingin menusuk tubuh siapa saja yang keluar menembus malam. Diskusi dirumah itu masih terdengar walau malam sudah selimuti sebagian. Posted on :http://ajariyaa.wordpress.com.
==
Nato :not action talk only ()
Naro :not action review only
Naso :not action survey only
Menulis adalah saranaku saat mulut ini terdiam…isi fikiran ini ingin dimuntahkan dan isi hati yang menggelisahkan… aaah.luar biasa efek menulis bagi saya pribadi… bisa jadi tempat aku buang ‘sampah’ yang mungkin nanti bisa jadi ‘berharga’.
Ada saran ?, kirim deh ke : beneranada@Gmail.com
Or selakian mampir ke blognya .
HAVE FUN OUR LIFE….
I